• DESA KARANGTURI RT 004 RW 002
  • -
  • karangturi04@yahoo.com
INFO
  • UNTUK MENGHINDARI PENYEBARAN VIRUS KORONA, PEMERINTAH DESA KARANGTURI MENGHIMBAU : UNTUK SELALU MEMAKAI MASKER, JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, CUCI TANGAN SEBELUM DAN SESUDAH BERAKTIVITAS, DAN JANGAN KELUAR RUMAH KECUALI URUSAN YANG SANGAT PENTING.
  • JADWAL PENGAMBILAN BLT DD GELOMBANG KEDUA BULAN KE LIMA AKAN DISALURKAN PADA HARI JUMAT TANGGAL 11 SEPTEMBER 2020, JAM 09.00 S/D SELEAI DI BALAI DESA KARANGTURI
  • JADWAL PENGAMBILAN BANTUAN SOSIAL TUNAI DARI PROPINSI UNTUK DESA KARANGTURI: HARI SABTU, TANGGAL 29 AGUSTUS 2020, PUKUL 09.00 - 12.00 WIB, DI KANTOR POS LASEM.

MUSEUM ISLAM NUSANTARA

23 Juni 2021 Rokhman Taufiq Dibaca 63 Kali

ekilas, bangunan seperti rumah gadang dengan sejumlah jendela bertulis ayat al-Quran yang belum rampung pengerjaanya. Namun bagunan itulah yang akan ikut meramaikan daya tarik wisata kota pusaka Lasem.

Bangunan yang terdiri dari 3 lantai tersebut merupakan museum Islam Nusantara Lasem. Di sanalah sejumlah jejak sejarah Islam bakal dirangkum dan disajikan dalam beragam penemuan peninggalan, baik arsip maupun benda Islam.

Bangunan yang berada di sisi selatan Masjid Jamik lasem sedang dalam proses pembangunan dan sudah memasuki tahap akhir. Saat ini pengerjaannya sudah mencapai 80 persen lebih, ditargetkan lima sampai enam bulan ke depan pengerjaan sudah selesai.

Abdul Muid selaku pengelola musim menjelaskan bahwa pembangunan musim ini sudah dimulai sejak bulan Desember tahun 2019 lalu. Dan telah menghabiskan biaya kurang lebih Rp2,5 miliar. Ia pun menuturkan bahwa yang menjadi daya tarik dari museum ini yaitu seluruh daun pintu lantai tiga terbuat dari ukiran kayu jati berisi ayat-ayat suci Alquran.

“Prosesnya agak lama kalau manual, paling tidak dua belas hari dapat satu lembar, itupun sudah sambil lembur. Lalu untuk mengejar target saya beli mesin ukir. Kalau semua manual nanti ndak sampai, akhirnya paronan sebagian pakai tenaga manusia, sebagian pakai mesin,” terangnya.

Bangunan musim ini, lanjut Muid mengambil konsep perpaduan antara bangunan gadang khas Minangkabau Sumatra Barat dengan Joglo khas Jawa. Hal ini dikarenakan pengaruh dari sejarah beberapa tokoh Lasem merupakan keturunan dari Minangkabau. Tokoh tersebut adalah Sultan Mahmud. Sedangkan tokoh dari Lasem merujuk pada Mbah Sambu yang makamnya berada di sebelah utara masjid Jami’ Lasem.

Dalam kesempatan lain Abdullah Hamid, salah satu pegiat sejarah Lasem yang juga merupakan pengelola musium menjelaskan bahwa koleksi dari musium nanti akan berisi beberapa manuskrip, pecahan kramik kuno dan beberapa barang yang punya nilai sejarah tentang Lasem.

“Kalau koleksi nantinya ada manuskrip, pecahan kramik kuno yang mengisyaratkan bahwa kawasan Lasem merupakan suatu pemukiman yang sudah berhubungan dengan orang luar Negeri, dan penemuan-penemuan lainya,” paparnya.

Sementara itu Muhammad Misbahul Munir, warga asli Lasem mengaku bangga dengan adanya museum islam nusantara ini. Menurutnya, hadirnya musim ini akan menambah destinasi wisata baru, juga akan menjadi salah satu ikon Kota Lasem di samping bangunan-bangunan tempo dulu.

“Bangga karna destinasi wisata lasem bertambah, nanti juga akan menjadi ikon baru Kota Lasem. Saya berharap cepat selesai biar kita bisa menikmati sajian benda peninggalan zaman kuno beserta sejarahnya. Yang pasti biar jadi bahan edukasi untuk generasi mendatang agar lebih mengenal sejarah lasem,” ungkapnya.

 

https://mitrapost.com/2021/01/19/museum-islam-nusantara-lasem-bakal-jadi-daya-tarik-baru-di-lasem/

 

 
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar