• DESA KARANGTURI RT 004 RW 002
  • -
  • karangturi04@yahoo.com
INFO
  • UNTUK MENGHINDARI PENYEBARAN VIRUS KORONA, PEMERINTAH DESA KARANGTURI MENGHIMBAU : UNTUK SELALU MEMAKAI MASKER, JAGA JARAK, HINDARI KERUMUNAN, CUCI TANGAN SEBELUM DAN SESUDAH BERAKTIVITAS, DAN JANGAN KELUAR RUMAH KECUALI URUSAN YANG SANGAT PENTING.
  • JADWAL PENGAMBILAN BLT DD GELOMBANG KEDUA BULAN KE LIMA AKAN DISALURKAN PADA HARI JUMAT TANGGAL 11 SEPTEMBER 2020, JAM 09.00 S/D SELEAI DI BALAI DESA KARANGTURI
  • JADWAL PENGAMBILAN BANTUAN SOSIAL TUNAI DARI PROPINSI UNTUK DESA KARANGTURI: HARI SABTU, TANGGAL 29 AGUSTUS 2020, PUKUL 09.00 - 12.00 WIB, DI KANTOR POS LASEM.

MAKAM MBAH SAMBU

23 Juni 2021 Rokhman Taufiq Dibaca 34 Kali

MBAH Sambu atau dikenal juga dengan Sayyid Abdurrahman merupakan tokoh legendaris di Kota Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

"Ia adalah salah satu penyebar ajaran Islam di daerah Lasem. Mbah sambu adalah walinegara (Guru Agama Islam) di Lasem yang merupakan pendatang dari Tuban. Ia dipanggil di Lasem oleh Adipati Tedjokusuma atau Mbah Srimpet untuk diangkat sebagai Walinegara Kadipaten Lasem dan dijadikan sebagai menantu," kata Abdullah Hamid, penggiat sejarah di Lasem.

Oleh masyarakat sekarang yang akrab dikenal dengan sebutan Mbah Sambu yaitu berasal dari namanya Syech Maulana Sam Bwa Asmarakandhi. Ia merupakan salah satu ulama’ tersohor sampai sekarang. Kebanyakan para ulama’, kyai, dan orang-orang besar menisbatkan nasabnya pada Mbah Sambu.

"Bahkan, ada yang mengatakan bahwa hampir seluruh ulama’ di Jawa adalah keturunan dari Mbah Sambu," ucapnya.

Ada dua versi yang menceritakan silsilah Mbah Sambu. Versi pertama mengatakan bahwa beliau adalah Pangeran Sambudigdo Hadiningrat putra Pangeran Benawa, putra dari Jaka Tingkir alias Sultan Hadiwijaya, Raja dari Kerajaan Pajang yang merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam.

Versi kedua mengatakan bahwa beliau adalah putra dari Sayyid Muhammad Hasyim dan juga masih keturunan Sayyidah Fatimah az-Zahro’ al-Bathul binti Rasulullah Muhammad SAW. "Demikian silsilah Sayyid Abdurrahman al-Basyaiban (Mbah Sambu)," ungkapnya.

Kelahiran Mbah Sambu sampai sekarang belum diketahui, karena belum menemukan catatan sejarah. Dan sampai sekarang belum ada sejarah lengkap tentang Mbah Sambu. Sedangkan wafat beliau menurut sejarah singkat yaitu pada tanggal 1671 M. Sampai sekarang ada kegiatan tahunan di Lasem yaitu haul Mbah Sambu yang dilaksanakan pada tanggal 14, 15, 16 Dzulhijjah dan diisi dengan berbagai kegiatan, bukan hanya ritual keagamaan akan tetapi berbagai kegiatan berdimensi budaya seperti Karnaval dan Lomba Hadroh.

Awal Mbah Sambu di daerah Lasem yaitu karena undangan Adipati Tedjokusumo I atau Mbah Srimpet dan diangkat sebagai walinegara di Kadipaten Lasem untuk membantu syiar Islam.

Ia berjasa dalam meredam aksi perompak yang menimbulkan kekacauan yang berlarut-larut di pusat kota Lasem. Wilayah Lasem saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara.

Atas jasanya itu Mbah Sambu yang juga menantu Adipati Lasem diberi tanah perdikan meliputi lokasi Masjid Jami’ Lasem sekarang di Kec. Lasem sampai ke selatan arah Kec. Pancur yang lebih jauh luas dari yang ada sekarang.

Kedatangan beliau di Lasem selain untuk meredam aksi perompak, ia juga berjuang untuk menyebarkan ajaran Islam.

https://nasional.okezone.com/read/2021/04/16/337/2395552/kisah-mbah-sambu-penyebar-islam-di-lasem-yang-berhasil-menumpas-bajak-laut

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar